FREE TRIAL
Trends & Innovation

VOLUMETRICS EATING: CARA MENURUNKAN BERAT BADAN DENGAN MAKAN LEBIH BANYAK

Tinggalkan diet yang menyiksa, beralih ke Volumetrics Eating, sebuah metode yang membantu Anda mengatur berat badan dengan memilih makanan yang tepat

06 Sep 2021

Sejak pertama kali diperkenalkan di tahun 2000-an,  Volumetrics Eating  plan menarik perhatian banyak pakar nutrisi di seluruh dunia karena keefektifannya dalam menurunkan dan mengatur berat badan secara jangka panjang. Lantas, seperti apa cara kerjanya? Tulisan kali ini akan membahas segala hal yang perlu Anda ketahui tentang  Volumetrics Eating plan.

 

Siapa pencetusnya?

Barbara Rolls, Ph.D., seorang profesor sekaligus ketua Ilmu Gizi di Penn State University di Amerika Serikat.

 

Apa itu  Volumetrics Eating?

Berbeda dari diet kebanyakan yang mengharuskan Anda defisit kalori,  Volumetrics Eating  justru menitikberatkan pada densitas kalori. Sederhananya, Anda masih bisa mengonsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, daging dan sumber protein lainnya dalam jumlah banyak tapi tetap memperhatikan kebutuhan jumlah kalori harian. Dalam hal ini protein memiliki peranan penting agar tubuh kenyang lebih lama sehingga dapat membantu Anda menjaga berat badan.


 

Bagaimana cara menghitung Densitas Kalori?

Anda bisa menghitung jumlah kalori dengan membagi jumlah kalori dengan berat dalam satuan gram. Satu porsi 100g brokoli, misalnya, memiliki sekitar 34 kalori, yang artinya brokili memiliki densitas kalori sebesar 0,34. Dalam praktiknya,  Volumetrics Eating  mengkategorikan makanan menjadi 4 berdasarkan desintas kalorinya:

 

Kategori 1 (sangat rendah): Buah, sayur, sup kaldu tanpa santan

Kategori 2 (rendah): Biji-bijian utuh, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak

Kategori 3 (sedang): Roti, kue dan biskuit, keju, dan makanan berlemak tinggi

Kategori 4 (tinggi): Makanan yang digoreng atau berlemak, dan manisan

 

Untuk hasil terbaik,  Volumetrics Eating  menganjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan dari kategori pertama. Meski demikian, tidak ada paksaan atau aturan pasti yang perlu Anda lakukan jika ingin mengaplikasikan diet ini. Anda masih bisa mengonsumsi makan dari kategori 2 dan 3, atau sesekali makan makanan yang terdapat di kategori 4 selama Anda memperhatikan jumlah porsinya.

 

Jika menjalani  Volumetrics Diet, apakah saya masih harus berolahraga?

Meskipun tidak disebutkan secara jelas, namun para ahli gizi dan pakar nutrisi justru menganjurkan mereka yang menjalani  Volumetrics  diet untuk bergerak secara aktif dan rutin. Olahraga ringan seperti jalan kaki 10.000 langkah sehari dipercaya bisa memberikan hasil terbaik.

 

Apa penjelasan ilmiah dibalik kesuksesan diet  Volumetrics?

Kesalahan pola pikir yang sering muncul ketika mendengar kata ‘diet’ adalah perasaan lapar karena membatasi jumlah makanan yang masuk ke tubuh. Pola pikir ini justru yang sering kali menjadi alasan sejumlah orang gagal menjalani diet mereka. Tapi, hal ini tidak berlaku pada  Volumetrics Eating :  Anda hanya perlu memperhatikan jumlah kalori dan kandungan gizi yang terdapat pada makanan, dan Anda bisa bebas makan sampai kenyang.

 

Hal ini sudah teruji pada sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2007 lalu. Orang-orang yang menjalani diet dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah kalori serta makan lebih banyak buah dan sayur sampai kenyang mengalami penurunan berat badan lebih tinggi ketimbang mereka yang hanya berhenti mengonsumsi makanan berlemak. Penelitian lainnya juga membuktikan  Volumetrics  diet berhasil menurunkan berat badan dan membantu mencegah penambahan berat badan dan obesitas jangka panjang.

 

Apakah ada kekurangannya?

Beberapa pakar nutrisi tidak merekomendasikan kacang dan biji-bijian selama menjalani  Volumetrics Eating  karena kandungan kalorinya yang tinggi. Meski demikian, kacang dan biji-bijian memiliki khasiat yang baik untuk jantung dan otak. Anda juga jadi harus mempersiapkan makanan Anda sendiri dari rumah dan menghindari makan dari restoran cepat saji yang sering menggunakan minyak tinggi lemak dan mentega dalam masakannya.

 

Meskipun terdengar sederhana dan mudah dilakukan, ada baiknya mengkonsultasikan keadaan Anda ke ahli gizi sebelum menjalani  Volumetric  diet ini. Indikator keberhasilan dari jenis diet ini jika Anda mengalami penurunan berat badan 1 kilogram per minggu, sesuai dengan rekomendasi para ahli.

Referensi

A Non-Diet(ish) Approach For Weight-Loss

What Is the Volumetrics Diet- And Can It Help You Lose Weight? 

Dietary Energy Density In The Treatment of Obesity

What Is The Volumetrics Diet?