FREE TRIAL
Ways To Do Better

6 HAL TENTANG “MINDFUL EATING”

Bagaimana mendapatkan hasil terbaik dari apa yang Anda makan.

04 Apr 2019

I

stilah “mindfulness” atau kesadaran, awalnya disebarluaskan untuk membuat seseorang lebih sadar akan bagaimana "kesadaran" atau "pikiran" kita dapat pergi jauh dari dalam diri sehingga membuat kita kurang fokus dan malahan dapat mengambil alih kehidupan atau momen yang sedang terjadi karena sesuatu hal yang menyita seluruh perhatian kita secara terus-menerus. 

 

Karena inilah, seringkali seseorang jadi absen dalam momen yang padahal sedang berlangsung – termasuk ketika makan.

 

“Mindful eating” atau makan secara sadar, merupakan sebuah konsep yang seperti “bermasalah” karena makan merupakan aktivitas fisik bukan aktivitas mental atau aktivitas pikiran.

 

Proses mencerna makanan terjadi tanpa kita harus memberi tahu tubuh kita untuk memproses makanan tersebut (kita tidak menyuruh pankreas untuk merilis lebih banyak insulin. Atau menginstruksikan organ hati untuk membersihkan gula darah berlebih.) Kecerdasan sel di tubuh kita sebenarnya lebih canggih dari sebatas pemikiran “mindfulness”.

 

Jadi kami mengumpulkan semua hal penting terkait pemikiran “mindfulness” yang perlu diketahui oleh Anda, di sini:
 


1. Ketika makan
Buatlah aktivitas makan menjadi sebuah “acara khusus”, sediakan waktu yang cukup untuk makan, hindari makan terlalu buru-buru tapi jangan juga terlalu lama. Makanlah untuk kebutuhan nutrisi, bukan untuk selera. Hindari melakukan aktivitas lainnya saat sedang makan.

2. Duduklah

Perut akan menerima makanan secara lebih rileks saat duduk. Jika makan lebih rileks, proses pencernaan akan lebih lancar dan ini penting agar menghindari efek buruk bagi kesehatan nantinya.

 

3. Taruh dulu gawai Anda

Cobalah untuk tidak terlalu sering mengunggah makanan ke Instagram. Feed media sosial didesain untuk memancing perilaku yang reaktif dan kompulsif yang jika diikuti terus-menerus, tidak akan ada habisnya dan menyita banyak waktu Anda. Sebaiknya gunakan saja waktu dan perhatian Anda untuk menikmati makanannya.

4. Tidak perlu terburu-buru
Makan terburu-buru menyampaikan sinyal ke sistem saraf simpatik sebagai sebuah situasi stres dan mengarahkan aliran darah mengalir menjauh dari organ-organ pencernaan. Dalam situasi ini, darah justru dialirkan menuju otot yang bertugas untuk bersiap siaga pada situasi mengancam. Hasilnya: keram dan gangguan pencernaan.

5. Kunyah, lalu telan
Pencernaan dimulai dari mulut, yang mengeluarkan enzim bernama ptialin yang mengurai zat tepung (pati). Anda akan merasa lebih lega dan tidak kembung setelah makan jika mengunyah dengan benar. 

6. Ucapkan syukur
Untuk keajaiban ekosistem bumi di mana tumbuhan dan hewan ternak hidup setiap harinya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kita. Dan untuk semua orang yang berjasa menumbuhkan, memanen, memasak, dan akhirnya menyajikan makanannya kepada kita.