FREE TRIAL
Ways To Do Better
8 HAL MENGENAI DETAK JANTUNG YANG PENTING BAGI FITNESS ANDA

Cara mengetahui apakah Anda telah berusaha cukup untuk rencana olahraga Anda.

28 Feb 2019

Apakah usaha Anda sudah cukup, atau justru terlalu keras, sehingga membuat Anda selalu letih ketika berolahraga? 

#1 Keringat dan pola napas (terengah-engah maupun napas secara normal) merupakan tanda dari usaha Anda dalam berolahraga, tapi untuk mengukur seberapa besar usaha Anda ketika berolahraga, caranya adalah dengan mengukur detak jantung per menit.

#2 BPM (Beats per Minute atau detak jantung per menit) merupakan satuan dasar untuk mengukur latihan detak jantung, yaitu menjaga detak jantung berada dalam rentang atau zona BPM tertentu selama Anda berolahraga. Zona ini biasanya didasari oleh persentase detak jantung maksimal Anda.

#3 Dengan menjaga detak jantung tetap berada di zona yang direkomendasikan, Anda seharusnya bisa memaksimalkan usaha dalam berolahraga untuk efektivitas olaraga Anda. Zona yang direkomendasikan bisa dipersonalisasi tergantung beberapa faktor, misalnya usia, jenis kelamin, level fitness sebagai faktor utama. Faktor lainnya bisa juga kondisi lingkungan dan level energi terkini Anda.

#4 Mari mulai! Pertama, ketahui detak jantung maksimum Anda. Ada banyak cara untuk menghitungnya, tapi cara mengukur berdasar usia dan jenis kelamin saja mungkin berpengaruh pada tingkat akurasinya, karena hanya mengambil angka rata-rata. Tubuh setiap orang pun berbeda, ada tubuh yang lebih cocok untuk ketahanan atau endurance (yang cenderung memiliki detak jantung maksimum lebih rendah), sementara lainnya untuk kecepatan atau speed (cenderung lebih tinggi detak jantung maksimumnya).

#5 Salah satu cara menghitung detak jantung maksimum Anda adalah dengan mengurangi jumlah usia Anda dengan 220. Jika usia Anda 30, berarti 220-30=190 BPM. Dari sini, Anda menghitung detak jantung target dengan mengurangi detak jantung istirahat Anda dari detak jantung maksimal Anda. Target Anda adalah persentase dari hasil pengurangan angka ini, misalnya sebesar 60% dari hasilnya, tergantung yang direkomendasikan oleh pelatih Anda sesuai tujuan olahraga Anda. Terlalu rumit? Jangan khawatir, pelatih Anda akan siap membantu.

#6 Hanya setelah melakukan #5, barulah Anda bisa membeli alat untuk memonitor detak jantung yang baik untuk Anda selama berolahraga. Waspada untuk menggunakan alat monitor detak jantung optikal (optical wrist-based trackers), menurut riset, alat jenis ini tidak akurat.

#7 Detak jantung istirahat Anda merupakan ukuran yang tepat untuk mengetahui seberapa lebih sehatnya Anda ketika Anda sedang dalam rutinitas olahraga (aerobik maupun pembentukan otot). Semakin rendah angkanya, tandanya tubuh Anda secara umum makin fit. Jika detak jantung istirahat malah semakin meninggi, kemungkinan Anda berolahraga terlalu keras atau mengonsumsi kafein melebihi dosis. Selalu ingat bahwa akan memakan waktu untuk mendapatkan BPM seperti atlet profesional yang jumlahnya 60 BPM atau di bawahnya. Intinya adalah mengamati rata-rata BPM apakah naik atau turun.

#8 Jadi sekarang Anda sudah memiliki beberapa data mengenai detak jantung Anda, dan jika datanya menunjukkan hasil yang baik atau kurang baik, hindari untuk mencoba menafsirkannya sendiri. Google tidak selalu menjadi tempat yang tepat untuk mencari jawaban, konsultasikan dengan pelatih Anda untuk jawaban yang akurat.